Mata Kuliah :
Penyehatan Makanan dan Minuman-A
SURYA
ANNISA
PO714221181046
DIV/2A
POLTEKKES
KEMENKES MAKASSAR
JURUSAN
SANITASI LINGKUNGAN
TAHUN
2020
A. Dasar
teori
Boraks atau dalam nama ilmiahnya
dikenal sebagai sodium tetraborate decahydrate merupakan bahan pengawet yan di
kenal masyarakat awam untuk mengawetkan kayu, antiseptik kayu dan pengontrol
kecoa. Tampilan fisik boraks adalah berbentuk serbuk kristal putih, jika larut
ke dalam air akan menjadi natrium hidroksida dan asam borat (H3BO3). Dengan
demikian bahaya boraks identik dengan bahaya asam borat
Penyalahgunaan Boraks pada pangan
antara lain sebagai pengenyal pada pangan seperti bakso, mie, kerupuk dan
empek-empek. Ciri-ciri Pangan yang mengandung boraks Secara umum teksturnya
sangat sangat kenyal, tidak mudah hancur, atau sangat renyah, contoh untuk
bakso memiliki tekstur kenyal dengan warna cenderung agak putih dan sangat
gurih dan kerupuk memiliki tekstur sangat renyah dan rasa.
Namun begitu boraks merupakan bahan
tumbuhan makanan yang sangat berbahaya bagi manusia karena bersifat racun.
Boraks beracun terhadap semua sel, bila tertelan boraks dapat mengakibatkan
efek pada susunan syaraf pusat, ginjal dan hati. Konsentrasi tertinggi dicapai
selama ekskresi. Ginjal merupakan organ paling mengalami kerusakan dibandingkan
dengan organ lain. Dosis fatal untuk dewasa 15-20 g dan untuk anak-anak 3-6 g.
B. Tujuan
Untuk mengetahui kandungan boraks
dalam makanan
C. Alat
dan Bahan
-
Rimpang kunyit
-
Tusuk
bakso/tusuk gigi
-
Sampel: bakso
& tahu
D. Cara
kerja
- Siapkan rimpang kunyit dan tusuk gigi
- Tusukkan tusuk gigi ke dalam rimpang kunyit
- Setelah itu, tusukkan tusuk gigi tadi ke dalam sampel
- Amatilah perubahan warnanya
E. Hasil
Tusuk gigi yang ditusukkan kedua
sampel tidak terjadi perubahan warna.
F.
Analisa hasil
Hasil pemeriksaan kedua sampel
yaitu tusuk gigi yang ditusukkan kedua sampel tidak mengalami perubahan warna
dimana jika terjadi perubahan warna maka makanan tersebut positif boraks ini
dikarenakan kunyit dapat digunakan sebagai pendeteksi boraks karena ekstrak
kunyit tersebut mengandung senyawa kurkumin. Kurkumin dapat mendeteksi adanya
kandungan boraks pada makanan karena kurkumin mampu menguraikan ikatan-ikatan
boraks menjadi asam borat dan mengikatnya menjadi kompleks warna rosa atau yang
biasa disebut dengan senyawa boron cyano kurkumin kompleks. Maka, ketika
makanan yang mengandung boraks ketika ditetesi oleh ekstrak kunyit akan
mengalami perubahan warna menjadi merah kecoklatan. Dan sangat berbahaya jika
kita mengonsumsi makanan yang mengandung boraks karena dapat mengakibatkan efek
pada susunan syaraf pusat, ginjal dan hati. Konsentrasi tertinggi dicapai
selama ekskresi. Ginjal merupakan organ paling mengalami kerusakan dibandingkan
dengan organ lain.
G. Kesimpulan
Berdasarkan praktek yang saya
lakukan kesimpulan yang bisa saya ambil bahwa kedua sampel yang saya uji tidak
mengandung boraks ini ditandai dengan tidak adanya perubahan warna pada tusuk
gigi yang telah ditusukkan ke sampel dimana sebelumnya tusuk gigi tersebut
ditusukkan ke kunyit lalu ke sampel.
