Minggu, 03 Mei 2020

Laporan kandungan boraks di dalam makanan

Dosen                   : Khiki Purnawati Kasim, SST., M.kes
Mata Kuliah          : Penyehatan Makanan dan Minuman-A
                                                                                                             
Laporan Kandungan Boraks di dalam Makanan  


SURYA ANNISA
PO714221181046
DIV/2A


POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR
JURUSAN SANITASI LINGKUNGAN
TAHUN 2020





A.      Dasar teori
Boraks atau dalam nama ilmiahnya dikenal sebagai sodium tetraborate decahydrate merupakan bahan pengawet yan di kenal masyarakat awam untuk mengawetkan kayu, antiseptik kayu dan pengontrol kecoa. Tampilan fisik boraks adalah berbentuk serbuk kristal putih, jika larut ke dalam air akan menjadi natrium hidroksida dan asam borat (H3BO3). Dengan demikian bahaya boraks identik dengan bahaya asam borat
Penyalahgunaan Boraks pada pangan antara lain sebagai pengenyal pada pangan seperti bakso, mie, kerupuk dan empek-empek. Ciri-ciri Pangan yang mengandung boraks Secara umum teksturnya sangat sangat kenyal, tidak mudah hancur, atau sangat renyah, contoh untuk bakso memiliki tekstur kenyal dengan warna cenderung agak putih dan sangat gurih dan kerupuk memiliki tekstur sangat renyah dan rasa.
Namun begitu boraks merupakan bahan tumbuhan makanan yang sangat berbahaya bagi manusia karena bersifat racun. Boraks beracun terhadap semua sel, bila tertelan boraks dapat mengakibatkan efek pada susunan syaraf pusat, ginjal dan hati. Konsentrasi tertinggi dicapai selama ekskresi. Ginjal merupakan organ paling mengalami kerusakan dibandingkan dengan organ lain. Dosis fatal untuk dewasa 15-20 g dan untuk anak-anak 3-6 g.

B.       Tujuan
Untuk mengetahui kandungan boraks dalam makanan

C.       Alat dan Bahan
-          Rimpang kunyit
-          Tusuk bakso/tusuk gigi
-          Sampel: bakso & tahu

D.      Cara kerja
  1. Siapkan rimpang kunyit dan tusuk gigi
  2. Tusukkan tusuk gigi ke dalam rimpang kunyit
  3. Setelah itu, tusukkan tusuk gigi tadi ke dalam sampel
  4. Amatilah perubahan warnanya
E.       Hasil
Tusuk gigi yang ditusukkan kedua sampel tidak terjadi perubahan warna.

F.        Analisa hasil
Hasil pemeriksaan kedua sampel yaitu tusuk gigi yang ditusukkan kedua sampel tidak mengalami perubahan warna dimana jika terjadi perubahan warna maka makanan tersebut positif boraks ini dikarenakan kunyit dapat digunakan sebagai pendeteksi boraks karena ekstrak kunyit tersebut mengandung senyawa kurkumin. Kurkumin dapat mendeteksi adanya kandungan boraks pada makanan karena kurkumin mampu menguraikan ikatan-ikatan boraks menjadi asam borat dan mengikatnya menjadi kompleks warna rosa atau yang biasa disebut dengan senyawa boron cyano kurkumin kompleks. Maka, ketika makanan yang mengandung boraks ketika ditetesi oleh ekstrak kunyit akan mengalami perubahan warna menjadi merah kecoklatan. Dan sangat berbahaya jika kita mengonsumsi makanan yang mengandung boraks karena dapat mengakibatkan efek pada susunan syaraf pusat, ginjal dan hati. Konsentrasi tertinggi dicapai selama ekskresi. Ginjal merupakan organ paling mengalami kerusakan dibandingkan dengan organ lain.

G.      Kesimpulan
Berdasarkan praktek yang saya lakukan kesimpulan yang bisa saya ambil bahwa kedua sampel yang saya uji tidak mengandung boraks ini ditandai dengan tidak adanya perubahan warna pada tusuk gigi yang telah ditusukkan ke sampel dimana sebelumnya tusuk gigi tersebut ditusukkan ke kunyit lalu ke sampel.



Sabtu, 12 April 2014

cerpen



Cerpen : PESAN TERAKHIR IBU
karya : Surya Annisa


Pada suatu keluarga hiduplah dua orang anak dan ibu, anak itu bernama Santi Asmiranda dan yang satu bernama Nino Saputra,  Mira hidup bersama ibu dan adiknya karena Ayahnya  sudah meninggal sejak ia berumur  5 tahun, Mira saat ini duduk di bangku kelas V SD, Setiap hari ia menitipkan kue yang dibuat oleh ibunya di kantin dan hasil jualannya ia belikan peralatan sekolah.
Ibunya berpropesi menjadi pembantu rumah tangga, setiap hari ibunya kerja di rumah temannya bernama Chika Latina. Chika baik kepada Mira, jika Mira tidak membawa uang  jajan Chika biasa mentraktir Mira.  Mereka berdua saling mempercayai dan saling menyayangi, walaupun Chika bisa dibilang orang berada, tetapi Chika baik hati dan tidak sombong .
Hingga suatu hari ibu Mira sakit-sakitan dan tidak masuk kerja.  Kata Dokter  ibu divonis kanker  Paru-paru stadium akhir. Mira sangat terpukul setelah mengetahui  tentang berita itu.  Apalagi jika ibu batuk pasti selalu keluar darah. Mira tidak memberitahukan tentang hal itu  kepada adiknya, karena adiknya sangat sensitif untuk mendengarkan hal itu .
Suatu malam yang sunyi ibu memanggil Mira. “Miiiiiiiirraaaa,” kata ibu dengan suara pelan.  “ Ada apa bu ? “ Ujar Mira.  “Ibu mau bilang, Jika suatu saat nanti ibu menyusul ayahmu, apakah kamu mau menjaga adikmu dengan baik ?” Ibu berkata dengan suara lembut kesakitan.    Ibu jangan berkata begitu, Mira jadi sedih !” Mira berkata dengan nada tersedu-sedu.
Keesokkan paginya Mira terbangun dan segera mandi lalu bersiap menuju ke sekolah.  Chika  menanyakan hal tentang ibu Mira. “Mira ! Kenapa ibumu kemarin tidak ke rumahku, ada apa dengan ibumu ? ibu mu sakit ?” Tanya Chika dengan nada penasaran.  “Ohh.. Ibuku tidak apa-apa kemarin ibuku cuman pusing sedikit !” Mira menyembunyikan yang sebenarnya . “ Kalau begitu salam yah sama ibumu!” ujar Chika. “Iya deh”, Seru Mira.
Setelah Mira pulang dari sekolah Mira langsung menemui ibunya, akan tetapi ketika ia melihat ibunya Mira terkejut ternyata ibunya pingsan dan ditangannya penuh dengan darah.  Mira bergegas membawa ibunya menuju rumah sakit,  sesampai di sana ibunya belum sadarkan diri. Hingga sore hari tiba ibu Mira sadar dan memanggil  Mira, Mira menemui ibu dengan mata yang  memerah dan penuh air mata. “Ibu Tidak apa-apa kan ?” Tanya mira khawatir. “Miraa .. Jika hari ini adalah hari terakhir ibu melihatmu, jaga Nino untuk ibu ya ?”Tanya Ibu mengulangi Perkataannya yang diucapkan semalam. “Ibu.. Mau kemana ?” Tanya Mira dengan hati yang penuh dengan tanya. “Tugas ibu sudah selesai  sekarang ibu mau menyetor hasil  yang ibu dapatkan!” Jawab ibu dengan lemah. “ Maksud ibu ? ibu mau pergi tinggalkan Mira dan Nino ?” Mira bertanya-tanya.  Dan setelah itu ibu Mira langsung mengucapkan “Ashaduallahilahaillallah wa ashaduanna muhammadarrosullullah.....” dengan nada terpatah-patah dan tak ada kata lagi ibu mira langsung  menghembuskan nafas terakhirnya.
Tak lama kemudian suster masuk dan berkata “ Mira Ibu mu tadi menitipkan selembar kertas mungil”,  ujar suster.  “Kertas apa sus ?” tanyanya.  “Ini kertasnya,”Memberikan kepada Mira.


Isi Kertas itu :
Assalamu Alaikum Mira,
Mungkin Kamu Sedang Berduka Atas Kepergian Ibu, Maafkan Ibu Sayang Ibu Belum Bisa Membuatmu Bahagia Sampai Ajal Ibu.
          Doain Ibu Sayang. Semoga Ibu Bahagia Di sini. Ibu Memang Sudah Tidak Ada Lagi Tapi Hati Ibu Tetap Untukmu
Dan Jangan Lupa, Mira Harus Jagain Nino Dengan Baik Biar Bagaimanapun Nino Itu Adik Mira Sayangi Dia Seperti Ibu Menyayangimu Selama Ini

Salam Rindu Ibu Untuk Mu Nak 
WASSALAM 






Nah dari cerita di atas kita dapat mengambil amanat dan pesannya bahwa kita sebagai seorang anak harus berbakti kepada orang tua biar bagaimanapun dia yang melahirkan kita, dia yang membesarkan kita hingga sekarang :) 

segitu dulu yah sobat.. 
tunggu postingan yang lain ;)