Sabtu, 12 April 2014

cerpen



Cerpen : PESAN TERAKHIR IBU
karya : Surya Annisa


Pada suatu keluarga hiduplah dua orang anak dan ibu, anak itu bernama Santi Asmiranda dan yang satu bernama Nino Saputra,  Mira hidup bersama ibu dan adiknya karena Ayahnya  sudah meninggal sejak ia berumur  5 tahun, Mira saat ini duduk di bangku kelas V SD, Setiap hari ia menitipkan kue yang dibuat oleh ibunya di kantin dan hasil jualannya ia belikan peralatan sekolah.
Ibunya berpropesi menjadi pembantu rumah tangga, setiap hari ibunya kerja di rumah temannya bernama Chika Latina. Chika baik kepada Mira, jika Mira tidak membawa uang  jajan Chika biasa mentraktir Mira.  Mereka berdua saling mempercayai dan saling menyayangi, walaupun Chika bisa dibilang orang berada, tetapi Chika baik hati dan tidak sombong .
Hingga suatu hari ibu Mira sakit-sakitan dan tidak masuk kerja.  Kata Dokter  ibu divonis kanker  Paru-paru stadium akhir. Mira sangat terpukul setelah mengetahui  tentang berita itu.  Apalagi jika ibu batuk pasti selalu keluar darah. Mira tidak memberitahukan tentang hal itu  kepada adiknya, karena adiknya sangat sensitif untuk mendengarkan hal itu .
Suatu malam yang sunyi ibu memanggil Mira. “Miiiiiiiirraaaa,” kata ibu dengan suara pelan.  “ Ada apa bu ? “ Ujar Mira.  “Ibu mau bilang, Jika suatu saat nanti ibu menyusul ayahmu, apakah kamu mau menjaga adikmu dengan baik ?” Ibu berkata dengan suara lembut kesakitan.    Ibu jangan berkata begitu, Mira jadi sedih !” Mira berkata dengan nada tersedu-sedu.
Keesokkan paginya Mira terbangun dan segera mandi lalu bersiap menuju ke sekolah.  Chika  menanyakan hal tentang ibu Mira. “Mira ! Kenapa ibumu kemarin tidak ke rumahku, ada apa dengan ibumu ? ibu mu sakit ?” Tanya Chika dengan nada penasaran.  “Ohh.. Ibuku tidak apa-apa kemarin ibuku cuman pusing sedikit !” Mira menyembunyikan yang sebenarnya . “ Kalau begitu salam yah sama ibumu!” ujar Chika. “Iya deh”, Seru Mira.
Setelah Mira pulang dari sekolah Mira langsung menemui ibunya, akan tetapi ketika ia melihat ibunya Mira terkejut ternyata ibunya pingsan dan ditangannya penuh dengan darah.  Mira bergegas membawa ibunya menuju rumah sakit,  sesampai di sana ibunya belum sadarkan diri. Hingga sore hari tiba ibu Mira sadar dan memanggil  Mira, Mira menemui ibu dengan mata yang  memerah dan penuh air mata. “Ibu Tidak apa-apa kan ?” Tanya mira khawatir. “Miraa .. Jika hari ini adalah hari terakhir ibu melihatmu, jaga Nino untuk ibu ya ?”Tanya Ibu mengulangi Perkataannya yang diucapkan semalam. “Ibu.. Mau kemana ?” Tanya Mira dengan hati yang penuh dengan tanya. “Tugas ibu sudah selesai  sekarang ibu mau menyetor hasil  yang ibu dapatkan!” Jawab ibu dengan lemah. “ Maksud ibu ? ibu mau pergi tinggalkan Mira dan Nino ?” Mira bertanya-tanya.  Dan setelah itu ibu Mira langsung mengucapkan “Ashaduallahilahaillallah wa ashaduanna muhammadarrosullullah.....” dengan nada terpatah-patah dan tak ada kata lagi ibu mira langsung  menghembuskan nafas terakhirnya.
Tak lama kemudian suster masuk dan berkata “ Mira Ibu mu tadi menitipkan selembar kertas mungil”,  ujar suster.  “Kertas apa sus ?” tanyanya.  “Ini kertasnya,”Memberikan kepada Mira.


Isi Kertas itu :
Assalamu Alaikum Mira,
Mungkin Kamu Sedang Berduka Atas Kepergian Ibu, Maafkan Ibu Sayang Ibu Belum Bisa Membuatmu Bahagia Sampai Ajal Ibu.
          Doain Ibu Sayang. Semoga Ibu Bahagia Di sini. Ibu Memang Sudah Tidak Ada Lagi Tapi Hati Ibu Tetap Untukmu
Dan Jangan Lupa, Mira Harus Jagain Nino Dengan Baik Biar Bagaimanapun Nino Itu Adik Mira Sayangi Dia Seperti Ibu Menyayangimu Selama Ini

Salam Rindu Ibu Untuk Mu Nak 
WASSALAM 






Nah dari cerita di atas kita dapat mengambil amanat dan pesannya bahwa kita sebagai seorang anak harus berbakti kepada orang tua biar bagaimanapun dia yang melahirkan kita, dia yang membesarkan kita hingga sekarang :) 

segitu dulu yah sobat.. 
tunggu postingan yang lain ;)