Cerpen : PESAN TERAKHIR IBU
karya : Surya Annisa
Pada suatu
keluarga hiduplah dua orang anak dan ibu, anak itu bernama Santi Asmiranda dan
yang satu bernama Nino Saputra, Mira hidup
bersama ibu dan adiknya karena Ayahnya
sudah meninggal sejak ia berumur
5 tahun, Mira saat ini duduk di bangku kelas V SD, Setiap hari ia
menitipkan kue yang dibuat oleh ibunya di kantin dan hasil jualannya ia belikan
peralatan sekolah.
Ibunya berpropesi
menjadi pembantu rumah tangga, setiap hari ibunya kerja di rumah temannya
bernama Chika Latina. Chika baik kepada Mira, jika Mira tidak membawa uang jajan Chika biasa mentraktir Mira. Mereka berdua saling mempercayai dan saling
menyayangi, walaupun Chika bisa dibilang orang berada, tetapi Chika baik hati
dan tidak sombong .
Hingga suatu hari
ibu Mira sakit-sakitan dan tidak masuk kerja.
Kata Dokter ibu divonis kanker Paru-paru stadium akhir. Mira sangat terpukul
setelah mengetahui tentang berita
itu. Apalagi jika ibu batuk pasti selalu
keluar darah. Mira tidak memberitahukan tentang hal itu kepada adiknya, karena adiknya sangat
sensitif untuk mendengarkan hal itu .
Suatu malam yang
sunyi ibu memanggil Mira. “Miiiiiiiirraaaa,” kata ibu dengan suara pelan. “ Ada apa bu ? “ Ujar Mira. “Ibu mau bilang, Jika suatu saat nanti ibu
menyusul ayahmu, apakah kamu mau menjaga adikmu dengan baik ?” Ibu berkata
dengan suara lembut kesakitan. “ Ibu jangan berkata begitu, Mira jadi sedih !”
Mira berkata dengan nada tersedu-sedu.
Keesokkan paginya
Mira terbangun dan segera mandi lalu bersiap menuju ke sekolah. Chika
menanyakan hal tentang ibu Mira. “Mira ! Kenapa ibumu kemarin tidak ke
rumahku, ada apa dengan ibumu ? ibu mu sakit ?” Tanya Chika dengan nada
penasaran. “Ohh.. Ibuku tidak apa-apa
kemarin ibuku cuman pusing sedikit !” Mira menyembunyikan yang sebenarnya . “
Kalau begitu salam yah sama ibumu!” ujar Chika. “Iya deh”, Seru Mira.
Setelah Mira
pulang dari sekolah Mira langsung menemui ibunya, akan tetapi ketika ia melihat
ibunya Mira terkejut ternyata ibunya pingsan dan ditangannya penuh dengan
darah. Mira bergegas membawa ibunya
menuju rumah sakit, sesampai di sana
ibunya belum sadarkan diri. Hingga sore hari tiba ibu Mira sadar dan
memanggil Mira, Mira menemui ibu dengan
mata yang memerah dan penuh air mata.
“Ibu Tidak apa-apa kan ?” Tanya mira khawatir. “Miraa .. Jika hari ini adalah
hari terakhir ibu melihatmu, jaga Nino untuk ibu ya ?”Tanya Ibu mengulangi
Perkataannya yang diucapkan semalam. “Ibu.. Mau kemana ?” Tanya Mira dengan hati
yang penuh dengan tanya. “Tugas ibu sudah selesai sekarang ibu mau menyetor hasil yang ibu dapatkan!” Jawab ibu dengan lemah. “
Maksud ibu ? ibu mau pergi tinggalkan Mira dan Nino ?” Mira bertanya-tanya. Dan setelah itu ibu Mira langsung mengucapkan “Ashaduallahilahaillallah
wa ashaduanna muhammadarrosullullah.....” dengan nada terpatah-patah dan tak
ada kata lagi ibu mira langsung
menghembuskan nafas terakhirnya.
Tak lama kemudian
suster masuk dan berkata “ Mira Ibu mu tadi menitipkan selembar kertas
mungil”, ujar suster. “Kertas apa sus ?” tanyanya. “Ini kertasnya,”Memberikan kepada Mira.
Isi Kertas itu :
Assalamu Alaikum Mira,
Mungkin Kamu Sedang Berduka Atas Kepergian Ibu,
Maafkan Ibu Sayang Ibu Belum Bisa Membuatmu Bahagia Sampai Ajal Ibu.
Doain Ibu Sayang. Semoga Ibu Bahagia Di
sini. Ibu Memang Sudah Tidak Ada Lagi Tapi Hati Ibu Tetap Untukmu
Dan Jangan Lupa, Mira Harus Jagain Nino Dengan Baik
Biar Bagaimanapun Nino Itu Adik Mira Sayangi Dia Seperti Ibu Menyayangimu
Selama Ini
Salam Rindu Ibu Untuk Mu Nak
WASSALAM
Nah dari cerita di atas kita dapat mengambil amanat dan pesannya bahwa kita sebagai seorang anak harus berbakti kepada orang tua biar bagaimanapun dia yang melahirkan kita, dia yang membesarkan kita hingga sekarang :)
segitu dulu yah sobat..
tunggu postingan yang lain ;)
Mantul
BalasHapusAstaga stalker
HapusHammae
BalasHapusHahahaha.. stalk:(
Hapuslaporannya sangat membantu buat referensi pengetahuan
BalasHapus